Ada masanya dalam perjalanan bertumbuh, seseorang mulai semakin menyadari bahwa yang ia butuhkan bukan lagi lebih banyak strategi. Bukan kursus baru. Bukan aneka tambahan pengetahuan atau teori baru. Bahkan bukan perjalanan healing yang membuatnya terus merasa masih ada bagian dirinya yang masih kurang dan harus diperbaiki sebelum ia benar-benar layak melangkah. Dan, realita seperti ini yang masih seringkali terjadi, bahkan di usia yang semakin memasuki era keberlimpahan informasi saat ini.
Faktanya, yang sebenarnya ia butuhkan adalah kemauan dan keberanian untuk mengingat siapa dirinya, apa tujuan sejatinya hadir di muka bumi ini dan betapa megah nan mulianya ia Diciptakan di muka bumi ini. Apakah cukup berhenti disitu? Tentu saja masih ada langkah proaktif selanjutnya yang bisa dan perlu diambil, yaitu menghidupi identitas megah itu dalam setiap langkah demi langkah dan momen demi momen hidupnya, berupa pengambilan keputusan, pola pikir, menavigasi tantangan hidup baik personal, hingga dalam karya, relasi, dan bisnis yang ia bangun.
Karena, berdasarkan realita di lapangan, masih cukup banyak perempuan yang mengaku sudah melakukan self healing dan juga mengetahui desain hidupnya, namun masih kesulitan dalam menegakkan batasan yang sehat dan kokoh; yang kemudian tanpa mereka sadari justru menjadi sabotase diri.
Berangkat dari titik kesadaran, pengalaman dan keterpanggilan mendalam inilah Queendom Business Mentorship dilahirkan.
Program ini bukan sekadar mentorship bisnis. Ia adalah ruang sakral dalam menciptakan pengalaman transformatif selama enam bulan bagi perempuan yang telah cukup jauh dan dalam berjalan di perjalanan dekondisi diri melalui self-healing, telah memiliki pengalaman dalam membangun karier maupun bisnis, telah mulai mengenali sebagian talenta dan kemampuan yang dimilikinya, namun masih cukup gamang atau kesulitan dalam menyelaraskan diri antara ritme alami diri, kesakralan energi, sumber daya potensi diri dan ilmu pengetahuan, keselarasan visi dan misi, penegakan batasan yang kokoh dan sehat, serta strategi dan otoritas internal diri.
Bukan sekadar menyelaraskan strategi bisnis atau creative project, tetapi menyelaraskan seluruh hidup dengan True Vision, Divine Purpose, Divine Organic Blueprint, Unique Strategy, Limitless Potential dan Soul Mission yang memang telah dengan megah dan spesifiknya dirancang untuknya.
Queendom Business mentorship dipelopori oleh kami, Galilea Falguni dan Maile Healani, yang juga siap dan semakin passionate untuk mendampingi perjalananmu selama 6 bulan. Kolaborasi kami pun juga menjadi salah satu bukti dari terjalinnya suatu keselarasan sinergitas interdependency yang kolaboratif penuh dukungan dan pemberdayaan satu sama lain, bahkan semakin bertumbuh dan lahirlah mentorship ini. Bentuk kolaborasi kami pun seringkali selalu tepat dengan alur Divine Timing yang minim intervensi. Berdasarkan pengalaman personal kami masing-masing, dapat disimpulkan bahwa kemampuan seseorang dalam menjalankan bisnisnya, sangat bergantung pada bagaimana kemampuan dan mindset dia dalam menjalani kehidupan personalnya sehari-hari, lengkap dalam setiap pengambilan keputusan hidupnya. Kualitas kepemimpinan, relasi, kelimpahan, bahkan kapasitas bisnis akan selalu mengikuti kualitas hubungan seseorang dengan dirinya sendiri.
Kamu bukan sedang membangun bisnis. Kamu sedang membangun dirimu sendiri. Karena hidupmu adalah proyek terbesar sepanjang hidupmu, sementara bisnis hanyalah salah satu buah yang lahir dari siapa dirimu.
Bisnis bukan tujuan akhirnya. Bisnis adalah buah atau ekspresi dari identitas yang telah lebih dulu dibangun sejak di dalam internal diri.
Maka, selama enam bulan perjalanan ini, fokus utama mentorship bukan pada penambahan lebih banyak teori atau pengetahuan, melainkan mendampingi secara personal dan membantu setiap mentee semakin memahami, menyelaraskan, membadankan hingga melahirkan kebenaran megah di dalam dirinya, hingga dalam setiap bentuk pelayanannya.
Rewild & Restructure

Queendom Business mentorship membawa tema besar Rewild & Restructure.
Rewild adalah undangan untuk menghidupkan kembali perempuan yang selama ini mungkin masih cukup terlelap di balik tuntutan untuk selalu kuat karena merasa sudah self healing, selalu menyenangkan orang lain, selalu produktif, selalu membuktikan dirinya, atau bahkan terjebak dalam diksi kata soft feminine yang justru bias membentuk keyakinan bahwa hidup ‘harus’ serba lemah lembut tanpa struktur.
Mentorship ini juga merupakan perjalanan kembali kepada tubuh. Kepada intuisi. Kepada rahim. Kepada kreativitas. Kepada keberanian dan sisi kepemimpinan internal untuk menjadi utuh tanpa harus meminta izin.
Di dalam perjalanan ini, seorang perempuan tidak hanya sekedar menyadari, melainkan juga sepenuhnya merasa aman untuk kembali memeluk dan mencintai seluruh spektrum energi feminin yang ia miliki—baik kelembutan yang menenangkan maupun ketegasan yang mampu menjaga batas-batas sucinya.
Karena menjadi feminin bukan berarti selalu lemah lembut dan pasif. Arketip Sang Ratu merupakan sisi energi feminin yang meliputi dua sisi yang sama pentingnya, yaitu aspek soft feminine serta dark feminine. Para ratu yang paham hidupnya serta bisnisnya adalah wilayah otoritasnya, ingin membadankan true feminine leadership dalam hidup, dan bersedia restrukturisasi total mindset untuk keluar dari siklus kehancuran ala patriarki. Keteduhan serta kelembutan pada diri yang dikombinasi dengan boundaries yang sehat, mengakhiri people pleasing, melindungi dirinya serta bisnisnya, melampaui luka kekerasan untuk berani bersinar apa adanya, dan kolaborasi, bukan iri.
Di sinilah kemudian Restructure berjalan beriringan dengan Rewild. Kedua prinsip ini tidak bisa dipisahkan, berpijak kokoh pada kebenaran :
The Kingdom of GOD is within You.
yang perlu kontinyu diselaraskan, fine tuning, sehingga terjalin suatu sinergitas interdependency alami yang sehat dan saling menumbuhkembangkan.
Bukan Belajar Human Design
Queendom Business mentorship dirancang bagi perempuan yang telah atau akan menjalani sesi Human Design Reading di Harmoni Diri, kemudian ingin melanjutkan proses tersebut ke tahapan implementasi nyata berkesadaran dan berkelanjutan. Hal ini juga merupakan suatu bentuk dedikasi nyata Galilea dalam salah satu misinya menggunakan tools Human Design, yaitu bukan hanya sekedar puas menginvestasikan uangnya dengan cukup mengikuti reading atau belajar konsepnya semata, melainkan bagaimana seseorang betul-betul bersedia menginvestasikan dirinya, waktunya, energinya, pikirannya, untuk berpartisipasi total dalam mentransformasi hidupnya dan berdedikasi menghidupi inkarnasi jiwanya di dunia.
Itu mengapa, sepanjang enam bulan, setiap mentee memperoleh ruang refleksi, sesi Reading yang diperdalam, rekomendasi implementasi yang disesuaikan dengan kondisi hidupnya, serta pendampingan privat bersama Galilea dan Maile.
Melalui pendekatan Human Design yang dipersonalisasi ini, setiap mentee akan memperoleh laporan khusus sebagai kompas untuk memahami tujuan Ilahiyah dirinya, arketip kepemimpinannya, pola energi alaminya, jalur misi jiwa serta mengenali Kekuatan Infernal—bagian diri yang selama ini mungkin dianggap sebagai kelemahan, sesuatu yang harus disembuhkan, atau bahkan ditekan. Padahal ketika diintegrasikan dengan sadar, justru di sanalah sering kali tersimpan daya hidup, keberanian, magnetisme, kreativitas, serta kapasitas memimpin yang paling autentik. Dari sinilah kemudian setiap mentee benar-benar mendapatkan suatu pemanduan yang objektif, jitu dan lebih tepat sasaran.
Karena tujuan akhirnya bukanlah tentang belajar memahami Human Design. Tujuannya jauh lebih megah dan sakral dari itu, yaitu memahami semesta dalam diri sendiri.
Baca juga tentang Human Design dan transformasi diri disini.
Setiap hasil temuan mendalam tentang dirimu sendiri, bukan lagi tentang menemukan sesuatu yang baru, melainkan suatu progres nyata Soul Remembering. Yang selanjutnya, dibadankan dalam kehidupan sehari-hari sebagai manusia yang berkesadaran dan berdaulat.
Selain Human Design, terdapat toolkits lainnya yang saling berkaitan dan mendukung yaitu Astrologi, Gene Keys dan Numerology.
Remembering. Embodiement. Legacy.

Menuju era megah Cross of Sleeping Phoenix yang akan lahir di Februari 2027, yang juga menunjukkan lahirnya era kepemimpinan individual yang terjangkar pada Divine Feminine Leadership, artinya, setiap individu memiliki golden ticket untuk turut berpartisipasi nyata dan total dalam menyongsong era tersebut. Yang tidak lagi hanya sekedar membutuhkan lebih banyak tools, teori bahkan ratusan praktek meditasi, melainkan inisiasi diri dan keberanian untuk mengkonversi semua pengetahuan dan pengalaman yang telah dikantongi menjadi cara hidup yang lebih bernilai dan berdampak.
Queendom Business bukan perjalanan untuk menjadi perempuan yang lebih sempurna. Sebaliknya, ini adalah perjalanan mematikan dan membakar habis identitas lama yang dibangun dari luka, scarcity, overthinking, people pleasing, dan kebutuhan untuk terus membuktikan diri; dan sepenuhnya mulai melangkah dengan segenap sisi kemanusiaan dan juga Ilahiyah dalam diri.
Turns out, kita betul-betul membangun identitas yang berakar pada kedaulatan otoritas internal, keberlimpahan internal tak terbatas, integritas, serta kepemimpinan yang lahir dari keselarasan dengan tujuan tertinggi dan kebenaran. Kita tidak lagi sekedar berangan-angan tentang kemerdekaan, melainkan menghidupinya dan melahirkannya, dengan koheren dan harmoni sejak dari dalam diri.
Karena pada akhirnya, seorang Ratu tidak membangun bisnis untuk menemukan nilai dirinya. Ia membangun bisnis sebagai perpanjangan dari identitas yang telah ia hidupi. Meninggalkan ‘jejak emas’ yang merupakan warisan Ilahiyah dan terus berkembang hingga bergenerasi.
Inilah perjalanan nyata dari Soul Remembering, menuju Embodiment, hingga melahirkan Divine Legacy.

Responses